Muamalat Center Consulting

Perbedaan Zakat dan Riba

Pertanyaan:

Assalamualaikum Wr.Wb

Apa bedanya zakat dan riba?

Zul, Duri

 

Jawaban:

Oleh: Ardan Mardan, Lc., M.A., M.,M., CM

Bapak Zul yang Allah muliakan,

Zakat dan riba sama-sama berasal dari bahasa Arab. Zakat berasal dari kata dasar zakaa yang berarti tumbuh dan berkembang. Riba berasal dari kata rabaa yang berarti bertambah dan berkembang. Kata zakat dan riba secara bahasa memiliki arti yang sama yaitu tumbuh, bertambah dan berkembang.

Namun, ketika Allah Swt berfirman dalam Q.S Al-Rum ayat 39:

Dan apa-apa yang kamu datangkan dari Riba agar dia bertambah pada harta manusia, maka sesungguhnya riba itu tidak bertambah di sisi Allah. Dan apa-apa yang kamu berikan berupa Zakat yang kamu maksud untuk mencapai ridha Allah Swt, maka merekalah orang-orang yang melipat gandakan (pahalanya).”

Maka melalui ayat di atas jelaslah bagi kita, bahwa zakat berbeda dengan riba. Zakat adalah pertumbuhan yang Allah Swt ridhai, sementara riba merupakan pertumbuhan yang Allah Swt murkai. Para pelaku praktik ribawi menganggap bahwa harta mereka akan bertambah, tumbuh dan berkembang. Padahal di sisi Allah sama sekali harta ribawi itu tidak bertambah dan berkembang. Para pelaku ribawi melihat harta mereka bertambah, namun di sisi Allah harta ribawi itu tidak bertambah. Secara ringkas, riba adalah pengambilan tambahan dari harta pokok (modal) secara bathil. Adapun yang dimaksud secara bathil adalah pengambilan tambahan dari modal pokok tanpa adanya imbalan pengganti (kompensasi) yang dapat dibenarkan oleh syariat. Secara umum, praktik ribawi terjadi dalam hutang piutang dan jual beli.

Adapun orang-orang yang berzakat (muzakki), maka mereka akan memperoleh dua keuntungan sekaligus, yaitu pertama, bahwa harta yang mereka keluarkan untuk zakat akan tumbuh dan berkembang di sisi Allah Swt dan di Akhirat nanti akan menjadi pemberat timbangan kebaikan mereka. Kedua, Allah Swt senantiasa menjadikan harta muzakki tumbuh dan berkembang di dunia.  Hal ini sesuai dengan hadits Rasulullah Saw:

Tidak akan berkurang harta seseorang dikarenakan bersedekah.” (HR. Al-Tirmidzi).

Tidaklah pernah merugi orang yang berzakat, melainkan ia meraih keberuntungan di dunia dan Akhirat.

Wallahu a’lam

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *